Dinilai Belum Memenuhi Standar Keamanan, Sistem Keamanan di Pasar Bang Mego Segera di Tingkatkan

Februari 28, 2019
0   109 views 0

Tim Polda Bengkulu saat lakukan pantauan (Foto: Hasan Basri/PROGRES RL

PROGRES.ID, REJANG LEBONG- Standar pengamanan keselamatan pusat perbelanjaan pasar Bang Mego Curup Kabupaten Rejang Lebong dinilai masih belum memadai. Hal itu diketahui setelah Wadir Pomobvit Polda Bengkulu meninjau langsung kondisi pasar Bang Mego.

” Dari hasil penelusuran kami dilapangan tadi ada banyak hal yang perlu diperbaiki oleh Pemerintah setempat  terkait pengamanan dan penyelamatan pasar,” ungkap Wadir Pomobvit Polda Bengkulu, AKBP Joko (28/2/2019).

Contoh temuan yang dinilai tidak memenuhi standar pasar tersebut yakni hyndrant pemadam kebakaran atau alat terminal penghubung untuk bantuan darurat saat terjadi kebakaran seharusnya terpasang 24 jam, namun saat ini sudah beralih fungsi dan tidak terpakai lagi.

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lorong- lorong strategis yang digunakan untuk memadamkan api pada saat kebakaran kecil. Dan masih banyak ditemukan sambungan kabel yang tidak standar dan berkelompok. Hebatnya lagi tegas Joko, tempat mobil pemadam kebakaran yang ada di belakang pasar sudah beralih fungsi menjadi warung.

” Temuan ini nantinya akan kami sampaikan kepada Kapolda. Selanjutnya akan direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Rejang Lebong. Paling tidak memasuki bulan puasa mendatang kondisi pasar Bang Mego sudah memenuhi standar pengamanan pasar,” Tegas AKBP Joko.

Kepala UPT Pasar A.Saupi tengah beri penjelasan (Foto: Hasan Basri/PROGRES RL

Kepala UPT pasar Curup A Saupi mengatakabn kegiatan yang dilakukan Polda Bengkulu sangat positif dan dirinya sangat berterima kasih yang sebelumnya luput dari perhatian, kini menjadi pemikiran untuk menstandarkan keamanan pasar dari bencana khususnya kebakaran.

“Kita akui apa yang telah disampaikan pihak Polda, bahwa keamanan dan kenyamanan pasar Bang Mego belum memenuhi standar,”ungkap A Saupi (28/2/2019).

Pihaknya akan berbenah dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti  Badan Pemadam Kebakaran, PLN,  termasuk TNI  dan Polri.

Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PLN Ranting Curup Kristi, mengatakan dari hasil pengamatan dan temuannya tadi memang masih ada konsumen atau pelanggan di Bang Mego menggunakan NCB dan Kabel yang tidak standar sehingga rentan terjadinya kebakaran.

“Dalam waktu dekat kami akan menurunkan tim dengan peralatan lengkap untuk mengecek alat-alat yang dipasang oleh para pedagang. Jika memang tidak standar akan kami copot. Jika yang bersangkutan tidak mengindahkan apa yang telah diingatkan maka akan kami tindak,” tegasnya.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *