Polisi Tangkap Tersangka Penadah dan 2 Tersangka Curat

September 19, 2018
0   96 views 0
Barang bukti

Barang bukti berupa sepeda motor yangd iamankan polisi (Foto: Hasan Basri/PROGRES RL)

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Satuan Reskrim Polres Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengamankan seorang tersangka penadah hasil tindak kejahatan warga asal desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang berinisial Dd alias Unyil.

Unyil ditangkap bersama dua tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) yakni Tt dan Ct. Keduanya adalah warga kelurahan Timbul Rejo Curup.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti empat sepeda motor dari tangan tersangka Dd, yakni sepeda motor beremerek Honda Blade, Honda Revo, sepeda motor bebek matik merek Yamaha Mio Z, dan Honda Sonic.

Di kediaman tersangka Tt dan Ct, polisi meniita satu unit sepeda motor serta peralatan untuk kejahatan, yakni berupa 11 mata kunci T, satu pahat, dua kunci peralatan untuk mencongkel pintu rumah, satu kunci segi tiga, dua kunci magnet, dua kunci untuk membuka gembok dari kawat payung, dua dompet, satu tas warna hitam dan satu masker.

“Tersangka, Dd ditangkap di rumahnya di Simpang Beliti. Sedangkan dua tersangka diamankan pada saat berada di rumah kosan di Kelurahan Timbul Rejo,” kata Kasat Reskrim Polres RL AKP Jery Antonius Nainggolan kepada wartawan pada saat konferensi pers di Mapolres Rejang Lebong, Rabu (19/9/2018).

Pengakuan tersangka Tt dan Ct kepada penyidik, mereka baru melakukan tindak pidana curat di empat TKP yakni di Kelurahan Pelabuhan Baru Curup, desa Kampung Jeruk kecamatan Binduriang, Dusun Sawah kecamatan Curup Utara, dan Trokon desa Cawang Lama kecamatan Selupu Rejang.

“Hasil tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan ini, oleh dua tersangka Tt dan Ct dijual kepada tersangka Dd dengan harga berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta,” ujar Jery.

Tersangka penadah Dd kepada penyidik mengaku kegiatannya itu baru berjalan sekitar enam bulan. Dia berdalih hanya mengharapkan uang tebusan dari korban sebesar Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta.

“Motor itu tidak saya jual, biasanya korban datang ke rumah untuk menebus motornya sebesar Rp 3,5 juta per unit. Kalau dalam tempo satu bulan tidak ditebus maka motornya akan dialihkan kepada orang lain,” aku Dd.

Saat ini ketiga tersangka dan barang bukti masih diamankan di Mapolres Rejang Lebong untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menyebut tidak menutup kemungkinan tersangkanya akan bertambah.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *