Minim Dukungan Pemerintah, 7 Atlet Panjat Tebing Bengkulu Bertarung di Kejurwil FPTI Se-Sumatera di Batanghari Jambi

Oktober 21, 2018
0   59 views 0

Pelepasan ketujuh atlet Panjat Tebing di sekretariat Pengkab FPTI Rejang Lebong oleh Pengprov FPTI Bengkulu/foto: Dok FPTI /progres.id

PROGRES.ID,REJANG LEBONG- Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bengkulu mengutus  7 (tujuh) orang atlet Panjat Tebing guna mengikuti Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) se-Sumatera yang digelar di Batanghari Jambi pada 21-26 Oktober 2018. Para atlet ini diharapkan mampu memperbaiki peringkat Bengkulu yang saat ini masih di posisi papan bawah dapat merangkak naik ke posisi papan tengah di kancah Panjat Tebing Sumatera.

Ketujuh atlet yang dikirimkan tersebut yakni Yanda Saputra (Lead Umum), Jefra Yopa (Lead Junior), Aldi Kurniawan (Speed Classic Youth B, dan Lead Youth B), Bayu Novriansyah (Boulder Umum, Lead Youth A, dan Speed Classic Youth A), M. Relly Al Fiqri (Lead Youth A dan Speed Classic Youth A), Jeki Apriansyah (Speed Classic Umum), dan Bramadi Gusti (Boulder Umum dan Lead Umum).
Sekretaris Umum Pengprov FPTI Bengkulu Arie Saputra Wijaya mengungkapkan, para atlet yang diberangkatkan ini sudah melalui tahapan seleksi yang dilakukan oleh tim pelatih. Seleksi dilakukan dengan metode Training Centre di dua lokasi yakni di Kabupaten Rejang Lebong untuk kelas Boulderan dan Lead serta di Kabupaten Bengkulu Utara untuk seleksi kelas Speed dan Lead.
” Proses seleksi yang dilakukan sudah disesuaikan dengan Kurikulum Standar Panjat Tebing dan oleh pelatih yang sudah memiliki sertifikasi yang dimiliki Provinsi Bengkulu,” terang Sekretaris Umum Pengprov FPTI Bengkulu dan Manajer Kontingen Arie Saputra Wijaya (21/10/2018).
Untuk event ini pihak Pengprov FPTI Bengkulu tidak menekankan target yang tinggi dari para atlet. Menurutnya ditengah keterbatasan yang dihadapi selama proses seleksi hingga keberangkatan, Pengprov FPTI Bengkulu berharap para atlet menikmati kompetisi tanpa beban, namun dapat mengambil pengalaman berkompetisi dengan atlet Panjat Tebing dari Provinsi lain.
“Kita sadar akan keterbatasan dan perjuangan yang kita lakukan, sehingga atlet kita minta untuk bertanding tanpa beban dan tetap melakukan yang terbaik, dimana peringkat Bengkulu yang selama ini berada di papan bawah bisa merangkak naik ke papan tengah,” ungkapnya.
Arie juga mengakui adanya kekecewaan pihaknya terhadap peran Pemerintah dalam hal ini KONI Provinsi Bengkulu, yang hingga saat keberangkatan atlet sama sekali tidak memunculkan sedikit apresiasi dan dukungannya.
“Event ini adalah Entry Point dari Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) yang akan digelar tahun depan  dan Bengkulu merupakan tuan rumah dalam ajang ini. Namun sampai saat ini Cabor (Cabang Olahraga) Panjat Tebing tidak mendapatkan perhatian dari KONI Provinsi Bengkulu, padahal Cabor Panjat Tebing merupakan salah satu Cabor wajib di Porwil 2019 mendatang. Hal ini yang membuat kami kecewa dengan KONI Provinsi saat ini,”tandas Arie. (Koe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *