Dituding Nepotisme, UKPBJ Rejang Lebong: Masa Sanggah Sudah Berakhir

Oktober 27, 2018
0   109 views 0
Kontraktor

Salah seorang pengusaha yang protes keputusan UKBJJ RL (Hasan Basri/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu dituding telah melakukan praktik nepotisme terkait pemenang lelang beberapa proyek.

“Kami menduga telah terjadi kecurangan dan praktik nepotisme dalam penentuan pemenang lelang proyek oleh oknum UKPBJ,” terang Erpensi yang mengaku pengusaha jasa konstruksi kepada Progres.id saat mendatangi gedung UKPBJ untuk melakukan protes, Jumat (26/10/2018).

Dijelaskannya, indikasi terjadi kecurangan sangat jelas, dimana pada hasil lelang penawar tertinggi justru jadi pemenang sedangkan penawar terendah dikalahkan.

Dengan demikian sudah menyalahi Undang-Undang dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.

Hal serupa juga disampaikan, pengusaha jasa kontruksi dari CV. Linggau Abadi Leo Santigo. Menurutnya terdapat lima paket proyek lelang yang diduga melangkahi aturan, diantaranya pengadaan tenda di Bagian Kesra, lelang jalan lapen di Desa Lubuk Kembang, lelang pembangunan jalan hotmix serta lelang pembangunan jalan lingkar Danau Mas Harun Bastari senilai Rp 1,5 miliar dan Rp 3 Miliar.

“Kita menilai ini sudah mengangkangi aturan, contohnya pembangunan jalan hotmix yang seharusnya perusahaan kecil namun yang menang perusahaan besar, kemudian pengadaan tenda, kita sudah mendapatkan undangan sebagai penawar teredah namun tidak masuk di dalam evaluasi, ternyata yang masuk harga lama,” ungkap Leo.

Diakui Leo, sanggahan sudah disampaikan ke pihak UKPBJ Rejang Lebong, namun sampai saat ini tidak ada jawaban resmi bahkan pihaknya justru diminta untuk berkoordinasi dengan PPK dan OPD yang melaksanakan kegiatan.

Sebelumnya Kepala Plt UKPBJ Rejang Lebong, Sudirman Harris, Kamis (25/10/2018) kepada sejumlah jurnalis mengatakan semua proses lelang sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Semua proses lelang sudah dilaksanakan sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. Untuk masa sanggah juga sudah habis jadi saat ini tugas UKPBJ sudah selesai,” terangnya.

Diakui Sudirman, total proyek yang ada di Rejang Lebong sebanyak 120 paket. Dana proyek yang bersumber dari APBD sebanyak 106 paket. Dari jumlah itu ada dua paket proyek yang gagal dilelang yakni pembangunan dua unit gazebo di Danau Mas Harun Bastari.

“Dua paket proyek dari DAK 2018 berupa pembangunan dua unit gazebo gagal dilelang karena pada waktu penawaran hingga sampai waktunya selesai tidak ada yang memenuhi syarat,” tegas Sudirman lagi.

Sedangkan pada APBD Perubahan tahun 2018 pekerjaan fisik diantaranya pembangunan pagar rumah sakit dan jalan lingkar serta rehab bangunan rumah sakit di dua jalur. Selain itu juga ada perehaban ipal di rumah sakit umum Curup dan pengadaan bahan pakain sekolah SD dan SMP.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *