Diduga Salahi Prosedur Penetapan Tersangka Pembunuhan, Polres Rejang Lebong Jalani Sidang Praperadilan

Juli 5, 2018
1   506 views 1

Suasana sidang Praperadilan yang dijalani oleh Polres Rejang Lebong/foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

PROGRES.ID, REJANG LEBONG– Polisi Resort ( Polres) Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Rabu (04/07/2018) menjalani sidang Praperadilan perdana di Pengadilan Negeri (PN) kelas IB Curup. Polres Rejang Lebong digugat atas permohonan, FR (43) warga kelurahan Kesambe Baru kecamatan Curup Timur yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Rejang Lebong, atas terbunuhnya korban Rudi Hartono (31) Warga Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang, Kamis (31/05/2018) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sidang Praperadilan perdana ini dipimpin hakim tunggal, Riswan Herafiansyah. Sedangkan
pemohon diwakili dua kuasa hukum, Didit Wijayanto Wijaya dan Ristan BP Simbolon, sementara Polres
Rejang Lebong dihadiri dari Polda Bengkulu dan pihak Kejari Rejang Lebong.

Didit Wijayanto Wijaya mengatakan bahwa gugatan yang dilakukan oleh Kliennya karena
ada masalah atau prosedur dalam proses hukum yang dilakukan oleh penyidik.

“ Ada beberapa prosedur proses hukum yang tidak sesuai diantaranya, Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), diterbitkan pada hari kejadian yakni tanggal 31 Mei 2018, selanjutnya tidak didasari dua alat bukti permulaan. Pasal yang diterapkan terlalu berat yakni pasal 338 KHUP kenapa tidak pada pasal 49 KUHP, dan pada waktu pemeriksaan tersangka tidak didampingi oleh Pengacara,” terang Didit kepada Progres.id (05/07/2018).

Menurut Didit, sesuai dengan Undang- Undang dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), SPDP harus
diserahkan selambat-lambatnya tujuh hari setelah dinyatakan bahwa kasus yang ditangani dinaikan
statusnya ke tahap penyidikan.

“ SPDP tidak hanya diserahkan dari Kepolisian kepada Kejaksaan, tetapi juga kepada pihak terlapor dan korban setelah dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan,” pungkas Didit Wijayanto Wijaya.

Untuk itu pihaknya berharap dengan Praperadilan ini, keadilan bisa ditegakkan jangan sewenang-
wenang menerapkan pasal yang berat dengan tanpa alat bukti permulaan yang dirasa cukup.

Sidang Praperadilan rencananya akan berlanjut hingga sidang putusan Praperadilan pada minggu depan.(asb)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *