Dapat Kekerasan Verbal & Non Verbal Saat Padamkan Api, Damkar RL Lapor Polisi

Oktober 11, 2018
0   136 views 0
Sumardi

Kepala Damkar RL H Sumardi saat diawancarai jurnalis (Foto: Hasan Basri/PROGRES RL)

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Petugas pemadam kebakaran (Damkar) Rejang Lebong secara resmi melaporkan kekerasan verbal dan non verbal yang dialami mereka saat bertugas memadamkan api, Rabu malam (10/10/2018) di Simpang Empat Perbo Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara Kabupaten Rejang Lebong.

Belakangan diketahui, ada empat petugas damkar RL yang mendapat pukulan dari warga yang belum diketahui identitasnya. Tak hanya itu, petugas damkar juga mendapat kekerasan verbal di media sosial.

“Ada dua laporan yang kami sampaikan kepada penyidik di Polres Rejang Lebong. Pertama terkait pemukulan terhadap empat petugas Damkar kami, seorang diantaranya menderita robek di bagian kepala, dan laporan yang kedua terjadinya ujaran kebencian di media sosial oleh oknum warga yang menghujat institusi Dinas Pemadam Kebakaran,” terang Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, Sumardi kepada jurnalis, Kamis (11/10/2018) usai memberikan keterangan kepada penyidik Polres.

Terpisah, korban yang mengalami lukak robek di kepala, Bambang menceritakan bahwa ia mendapat lemparan batu hingga mengenai kepalanya saat baru tiba di lokasi kebakaran, tepatnya di deretan mobil yang ke empat.

pascakebakaran

Kondisi rumah warga pascakebakaran Rabu malam (Foto: Hasan Basri/PROGRES RL)

Baca:

“Saya berada di mobil Damkar yang ke empat, tapi baru saja memegang selang air tiba-tiba saya mendapat lemparan batu dan kena kepala saya. Oleh kawan-kawan dan warga, saya langsung dilarikan ke rumah sakit umum Curup,” ungkap Bambang.

Selain itu, lanjut Bambang, petugas damkar lainnya, yakni Krisna terkena pukulan, Lukman terkena pukulan benda keras berupa bambu, dan Agung terkena tamparan.

“Kawan yang lain rupanya dapat perlakuan tak menyenangkan juga,” keluhnya.

Kepala Damkar Sumardi berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas laporannya. Dia juga meminta kepada masyarakat untuk kedepanya supaya tidak lagi terjadi sikap arogan terhadap petugas Damkar, karena mereka datang untuk menolong.

“Kami selalu berusaha maksimal jika mendapat laporan kebakaran, yang membuat terlambat ada banyak faktor, pertama kami harus mengisi air. Kedua lalu lintas yang kadang di jalan sulit sekali meminta pengendara lain menepi memberikan jalan,” tandasnya.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *