Agar Pasien Nyaman & Cepat Sembuh, RSUD Curup Tegaskan Kerabat Pasien Dilarang Merokok

Oktober 9, 2018
0   116 views 0
Duta Antirokok

Duta Antirokok RSUD Curup (Foto: Dok. RSUD)

PROGRES.ID, REJANG LEBONG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menegaskan agar keluarga pasien maupun pengunjung yang ingin menjenguk kerabatnya sakit tidak boleh merokok di kawasan RSUD tersebut. Manajemen RSUD Curup ketegasan itu dibuat agar pasien lebih nyaman dan cepat mencapai kesembuhan.

“Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa rumah sakit adalah tempat berobat dan merawat pasien sehingga harus terbebas dari asap rokok. Kalau pasien nyaman dan terlayani tentu harapannya cepat sembuh,” terang Direktur RSUD CurupĀ Asep Setia Budiman kepada Progres.id, Senin (08/10/2018).

Siapapun yang kedapatan merokok di area rumah sakit, lanjut Asep, akan diberikan sanksi tegas sesuai Peraturan Daerah (Perda) Rejang Lebong Nomor 7 Tahun 2017. Bagi siapapun yang melanggar aturan tersebut akan didenda sebesar Rp 5.000.000 atau kurungan penjara selama 1 bulan.

“Sesuai Perda tentang kawasan tanpa rokok, bagi siapapun yang merokok di area RSUD akan didenda sebesar Rp 5.000.000 atau kurungan selama 1 bulan lamanya,” tegas Asep.

Untuk saat ini, manajemen RSUD Curup memang masih memberikan sebatas teguran bagi siapapun yang melanggar peraturan itu. Salah satu cara yang diupayakan manajemen rumah sakit dengan menempatkan Duta Anti Rokok.

Duta Anti Rokok ini akan berkeliling di area RSUD Curup untuk melakukan razia bagi perokok. Jika ditemukan ada yang merokok, Duta Anti Rokok akan meminta yang bersangkutan untuk mematikan rokoknya di asbak rokok yang dibawa mereka.

Antirokok

Duta antirokok meminta pengunjung RSUD Curup mematikan rokok (Foto: Dok. RSUD)

“Duta Anti Rokok ini bertugas secara bergantian dari pagi hingga malam hari. Meskipun baru berjalan satu bulan, hasilnya sudah terlihat positif, sudah banyak masyarakat yang berkunjung tidak lagi merokok di area rumah sakit,” ujar Asep.

Salah seorang keluarga pasien, Warman (40 Tahun) mengaku kaget ketika dirinya sedang merokok tiba-tiba didatangi dua orang petugas sambil memberikan asbak untuk mematikan rokok yang dihisapnya.

“Awalnya saya kaget, tapi setelah dijelaskan oleh orang yang mengaku Duta Anti Rokok saya dapat mengerti dan bisa paham,” terang Arman menyambut positif aturan tersebut.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *