59 Nasabah Kantor Pos Padang Ulak Tanding Tuntut Uang Tabungan Dikembalikan

Oktober 6, 2018
0   125 views 0

Nsabah saat lakukan hearing ke DPRD RL/foto: Hasan Basri/progres.id

PROGRES.ID, REJANG LEBONG– Sabtu (06/10/2018) kantor DPRD Rejang Lebong didatangi 59 orang warga Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong. Menurut juru bicara warga bahwa Mahyudin kedatangan mereka untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi warganya pada tahun 2017 lalu. 59 orang nasabah yang menabung melaluli E- Batara Pos di Kantor Pos Padang Ulak Tanding diduga digelapkan sebanyak Rp.679 juta.

“Ada beberapa modus yang dilakukan, diantaranya tabungan yang tidak pernah diambil, saldonya bisa berkurang hingga puluhan juta rupiah. Selanjutnya pada waktu nasabah menabung hanya diberikan kwitansi biasa memakai cap resmi kantor pos dengan alasan peralatan sedang rusak. Modus lainnya nasabah disuruh tanda tangan pada slip penarikan bukan slip tabungan,” ungkap Mahyudin (06/10/2018).
Ia juga meminta kepada Kantor Pos untuk bertanggungjawab dan segera mengembalikan uang tabungan milik nasabah yang diduga telah digelapkan. Diakuinya pula pihaknya sudah tiga kali melakukan pertemuan baik di Kantor Pos, Polsek maupun di Polres Rejang Lebong namun tidak tercapai kesepakatan.
“Iya, kita sudah tiga kali melakukan mediasi namun belum ada kata sepakat. Pada intinya pihak Pos bertanggungjawab. Namun pihaknya butuh dasar yang kuat misalnya ada perintah berdasarkan putusan pengadilan,” papar Abdul Djamil Kepala Kantor Pos Cabang Rejang Lebong.
Sementara Perwakilan Kantor Pos Regional Sumbagsel Aminudin, menyarankan supaya persoalan tersebut dapat diselesaikan secara hukum perdata. Agar pihaknya punya dasar apakah uang tersebut dapat dikembalikan atau tidak.
Menurut Kabag Hukum Pemerintah Daerah Rejang Lebong Max Pinal, pihaknya berupaya membantu dan menyelesaikan persoalan itu dengan cara membentuk tim verifikasi. Mendata kembali jumlah nasabah dan kerugian secara faktual.
“Akan kita bentuk tim verifikasi untuk menelusuri fakta yang ada. Seperti data-data nasabah dan jumlah kerugian termasuk berapa jumlah nasabah yang kerugianya sudah dibayarkan pihak kantor pos,” ujar Max Pinal.
Setelah tim ini bekerja lanjutnya apabila tidak ada penyelesaian barulah pihaknya akan menempuh ke jalur hukum.
Pertemuan tersebut dihadiri ketua DPRD M. Ali, Wakil Ketua I, Yusrizal beserta anggota, Kapolsek Padang Ulak Tanding, Iptu Jarkoni, Kepala Kantor Pos Cabang Rejang Lebong, Abdul Djamil dan, Aminudin Mewakili kantor pos regional Sumbagsel Palembang. Sebelumnya Kepala Pos pada tahun 2017 itu dijabat oleh Muhapril Asri yang sudah menjalani proses hukum di persidangan Tipikor Bengkulu.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *