30 Anggota DPRD RL Tak di Kantor, Ratusan Mahasiswa Aksi Damai Kecewa

September 26, 2018
0   108 views 0
Aksi mahasiswa RL

Ratusan mahasiswa se-Kabupaten Rejang Lebong menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Rejang Lebong

PROGRES.ID, REJANG LEBONG РRatusan mahasiswa yang tergabung dalam aksi solidaritas mahasiswa se-Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu mengaku kecewa. Pasalnya saat mereka melakukan aksi damai pada Rabu (26/9/2018) di kantor DPRD di kawasan Sukowati, mereka tak melihat salah seorang dari 30 anggota DPRD Rejang Lebong (RL) yang masuk kerja.

“Kami kecewa kepada 30 anggota dewan Rejang Lebong. Saat kami meminta anggota dewan hadir di tengah- tengah kami ternyata tidak satupun anggota dewan berada di tempat,” tegas koordinator lapangan aksi damai, Firmandiansya kepada wartawan.

Firman menjelaskan, akan kembali menemui anggota DPRD RL pada Sabtu (29/9/2018). Ia pun mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar jika pada hari itu tak ada seorang pun anggota DPRD RL yang bisa hadir.

“Kami akan menunggu hingga Sabtu seperti janji ketua DPRD yang disampaikan melalui sekretaris dewan, Zulkarnain. Jika pada hari Sabtu tidak dipenuhi maka kami akan kembali menggelar aksi lebih besar lagi,” ancam Firmandiansyah.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD RL Zulkarnain menyampaikan, tidak hadirnya anggota dewan RL di hadapan peserta aksi mahasiswa bukan disengaja, namun sejak Selasa (25/9/2018) sejumlah anggota DPRD sedang bertugas di luar RL. Sebagian mengikuti bimtek asosiasi dewan di Jakarta. Sementara anggota Komisi I DPRD sedang  melaksanakan koordinasi, konsultasi di Kementerian Desa PDTT tentang dana desa (DD).

“Anggota yang mengikuti bimtek akan pulang Kamis besok. Sedangkan ketua dan anggota komisi I akan pulang pada hari Jumat (28/9/2018). Dan Sabtunya baru bisa bertemu dengan mahasiswa Rejang Lebong,” ujar Zulkarnain.

Aksi damai mahasiswa

Unjuk rasa mahasiswa di Rejang Lebong pada Rabu (27/09/2018) di depan gedung DPRD RL (Foto: HAsan Basri/PROGRES RL)

Aksi damai yang dijaga ketat oleh personil Polres Rejang Lebong ini menuntut agar anggota DPRD Rejang Lebong ikut mendukung Komnas HAM membentuk tim pecari fakta, melakukan investigasi terhadap kejadian tindak kekerasan aparat kepada aksi mahasiswa di seluruh Indonesia, mengutuk keras sikap refresif dan arogansi aparat kepolisian kepada mahasiswa saat melakukan aksi di gedung DPRD Provinsi Begkulu beberapa waktu lalu, dan menuntut Kepolisian bertanggungjawab atas timbulnya korban serta meminta kepolisian menyatakan permohonan maaf baik secara lisan maupun tulisan secara terbuka di media massa.(asb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *